Selasa, 07 Januari 2020

Kisah Firdan Ajak Teman Tuli Kerja di Bakso Rusuk, Sempat Salah Paham dengan Pembeli



Baru sekitar satu bulan, Muhammad Firdan (25) membangun usaha tempat makan bernama Bakso Rusuk Teman Tuli di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Sesuai dengan namanya, ia turut mengikutsertakan dua karyawan penyandang tuna rungu di bisnis kulinernya itu. Anak muda itu ingin membuktikan bahwa semua orang yang mengalami keterbatasan fisik berhak mendapatkan pekerjaan. Percik semangat Firdan itu juga terinspirasi oleh sosok pendiri Kopi Tuli (Koptul) yang mempekerjakan sejumlah karyawan tuli. Awalnya, Firdan sebenarnya ingin membangun usaha toko kopi layaknya Kopi Tuli. Namun, dananya belum mencukupi untuk membangun usaha itu sehingga ia beralih membuka usaha tempat makan bakso. "Pengalaman sebelumnya keluarga pernah jual bakso rusuk, saya combine usaha bakso rusuk dengan mengajak teman-teman tuli," ungkapnya pada Rabu (4/12/2019).








Ia kemudian menawarkan lowongan pekerjaan sebagai karyawan usahanya di komunitas tuli Nyatanya, tak sedikit dari teman-teman tuli yang membutuhkan pekerjaan. "Awal menggaet karyawan tuli dari komunitas. Saya ajarin yang mau bekerja. Mereka rata-rata memang butuh pekerjaan," terangnya. Dari komunitas itu, Firdan mendapatkan dua karyawan tuli yang masih muda.

Pada tahap awal bekerja, mereka berdua masih diajarkan dalam menyajikan menu. Nantinya, mereka akan diajarkan bagaimana mengolah sendiri bakso rusuk. "Saya ingin mengenalkan ke mereka secara bertahap dan pelan-pelan.

" Dalam usahanya ini, Firdan mengedepankan usaha dengan pelayanan yang berbeda ketimbang tempat makan bakso pada umumnya. Di setiap meja terdapat sebuah petunjuk alfabet mengenai bahasa isyarat.

Pria lulusan S1 Universitas Bina Nusantara jurusan Manajemen Perhotelan tersebut ingin sekaligus memberikan sedikit wawasan terkait bahasa isyarat kepada pengunjung. Petunjuk itu sebagai edukasi awal kala berinteraksi dengan teman-teman tuli. Sebab, Di Bakso Teman Tuli, pengunjung tak hanya sekadar membeli tetapi turut menyadari keberadaan teman-teman tuli.

"Saya ingin mengenalkan kepada konsumen bahwa di sini pun ada edukasinya," tuturnya. Firdan mengatakan daging bakso berasal dari rusuk sapi. Sempat terjadi kesalahpahaman antara karyawan tuli dan pembeli saat memesan makanan. Firdan mengatakan saat itu karyawan tuli salah membawakan pesanan yang diminta oleh pembeli. Pembeli itu menginginkan menu bakso dan rusuk digabung.

Akhirnya saya jelaskan kepada ibu itu dan memberikan pengertian. Pembeli itu maklum," terangnya. Ke depannya, tak hanya usaha ini saja Firdan mempekerjakan karyawan tuli. Ia ingin mengepakkan sayap bisnis kuliner lainnya dengan mengikutsertakan mereka. "Semua orang berhak bekerja, enggak menutup kemungkinan orang dengan keterbatasan itu juga bisa bekerja,"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar